Kemarin adalah WNF bossfamily pertama di tahun 2012... Buat saya WNF kemarin itu sesuatu banget, karena untuk pertama kalinya saya berhasil datang ke WNF nggak sendirian tapi dengan 3 orang prospekan.
WNF kemarin temanya anak muda banget... MCnya muda-muda, pengisi acara lainnya juga muda-muda. Tapi ada yang berkesan ternyata ada juga loh seorang ibu usia 67 tahun menjalankan Oriflame. Mama saya saja belum tentu mau....
Pagi sebelum berangkat cuaca hujan deras... tapi Alhamdulillah saat berangkat cuaca mendukung, paling cuma sedikit becek-becek aja. Biasanya tiap acara Oriflame saya selalu naik motor, tapi kali ini saya memilih naik Kopaja...(secara berempat mana muat naek motor). Ternyata Kopaja yang kita naikin penuh...jadinya kudu berdiri deh. Untung aja baru beberapa menit ada yang turun jadinya kita berempat bisa duduk dengan tenang...(tenang...? ya enggak lah masa naik Kopaja tenang, kalo naek CRV tuh tenang plus senang)
Tujuan ke Bulungan... Saya sih tau bulungan,tapi taunya cuma kolam renangnya ajah... tapi sih yakin paling nggak jauh dari sana. Jadilah kami berempat turun di Mabes sebelum Kopaja 57 masuk ke terminal. Ternyata...perjalanannya luamayan jauh... Alhamdulillah adik-adik yang saya ajak tidak mengeluh sedikitpun. Tetep happy walau jalan kaki...
Akhirnya sampai juga ke tujuan Gedung Kesenian Bulungan. Ternyata sudah banyak orang disana yang juga mau mewujudkan mimpi via bossfamily. Penuh euyyyy.....
Acara di mulai dan ternyata keren banget acaranya... Love bosses2 semua deh... Makasih-makasih...
Selesai acara ternyata di luar Hujan Deres... Mana lupa bawa payung lagi... Mau naik taksi... Hmmmm...gimana ya....????
Nunggu aja deh... Dan Alhamdulillah lagi adik-adik saya nggak ada yang mengeluh... Terima kasih ya Allah...
Selesai sholat ashar akhirnya nekat aja pulang hujan-hujanan. Niatnya mau naek Metromini 76... eh malaha salah jalan, jadinya terdampar lagi di jalan... Balik arah menuju terminal Blok M dengan kondisi pakaian agak basah... Dan lagi-lagi Alhamdulillah kita tetep happy ngejalaninnya.
Pengen deh traktir adik-adik makan, karena pastinya pada kelaparan... Tapi pada memilih membeli gorengan saja... Akhirnya kita mantap beli gorengan dan berlari-lari kecil mencari Kopaja yang akan mengangkut kita pulang.
Dapet 4 kursi kosong, jadi bisa duduk lagi deh... Nyaman...? Wahhhh jauh dari rasa nyaman karena ternyata Kopaja yang kita naikin itu paenuh banget penumpangnya. Tapi tetep kita bisa happy tuh sambil makan gorengan sambil ngobrolin Oriflame.
Tiba-tiba ada pengamen datang, dan saya cukup kaget melihat aksinya yang ternyata membawa silet dan langsung menyilet pergelangan tangannya. Jujur saya phobia melihat adarh jadi sama sekali nggak mau melihat aksinya. Ada-ada saja cara orang cari duit di jakarta. Walau harus menyakiti diri sendiri.
Perjalanan di tempuh tanpa macet. Adik-adik mulai menanyakan produk Oriflame. Ternyata mereka semua masih polos dan lugu, nggak tau yang mana maskara, yang mana eye liner, yang mana eye shadow... Tapi tenang kakak yang baik ini akan menjelaskan kok...
Obrolan tentang Oriflame tetep berlanjut sambil menunjukkan beberapa produk Oriflame milik saya. Dan ternyata akdi kita beremat sempat jadi tontonan penumpang yang berdiri di sekitar kami.
Magrib tiba dan Alhamdulillah kita berempat sampai ke Kramat Jati.
Mereka masih belia, mereka memang belum memutuskan untuk bergabung atau tidak, tapi setidaknya saya sudah berusaha mengajak mereka. Mudah-mudahan mereka mau dan diberikan izin oleh orangtua mereka tuk komitmen di oriflame bossfamily... Amiiinnnn....
Makasih ya Ochy, Tia, Ayu... Kalian masih muda belia, kalian cantik, dan kalian punya masa depan...
Makasih Dian Wahyuni yang udah mengajak kita semua ke acara WNF.
Sunday, January 8, 2012
Saturday, January 7, 2012
DIK, IJINKAN SAYA MENIKAH LAGI YA ?
"Sayang, Abang minta izin untuk menikah lagi..,"
Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkejut. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya terdengar dari iklan TV, sementara TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah. TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil..
Dia menghela nafas panjang.
Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dulu, sewaktu puterinya masih kecil, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menengok kamar putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin.Setelah dia kembali kepada suaminya.
Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah icon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang bekerja sebagai sekretaris dikantornya benar-benar membuatkan dia lemah.
"Kamu mampu Asraf, dengan gaji kamu, aku rasa kamu mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sekantor menguatkan lagi keinginan apabila dia berbicara dengan Aliyah.
"Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup dimadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.
Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai sholat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke kantor. Tidak seperti biasanya, dia akan sarapan bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, kenangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.
"Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah mau bertemu dengan wanitaitu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas hati. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang menggilai wanita yang jauh lebih muda.
"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Mau diapakan buah hatinya itu? Namun, tanpa sadar dia mengangguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan hal yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah gelas dan piring. Ehhh, itu zaman dulu... Zaman sekarang ini, isteri-isteri lebih bijak.
Teringat dia kisah seorang tentara yang disimbah dengan garam, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cabang lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkawinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.
"Apa, mau suruh Qis bertemu dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. "Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia membujuk Qis.
"Biar betul, apa yang mau dia lakukan terhadap Qis?" "Takutlah Qis, kalau khilaf dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam itu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.
Mau apakah calon madunya bertemu dengannya? Dia sering disuguhkan dengan berbagai cerita isteri pertama menganiaya isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika mau menganiaya aku. Desis hati kecil Qistina. Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicoba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berhasil. Teman serumah bilang mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk dipertemukan oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktivitas keagamaan di masjid.
Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, setiap malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid, dia coba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berjanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.
Tiba-tiba... sms berbunyi masuk ke inbox Hpnya. "Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang."
Dibawah Hpnya, ada secarik sampul besar.
Untuk Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...
Asraf Mukmin diburu keheranan. Sampul berwarna cokelat yang hampir sama besarnya dengan A4 itu dibuka perlahan.
--------------------------------------------------------------
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih.
Salam sejahtera buat suami yang tercinta, semoga ridhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi pertemuan yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.
1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diseret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , terutama lagi Abang mau menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...
2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, terutama lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, sewaktu kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food itu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kasihan nanti, tidak makan pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...
3. Aliyah ada mengajak dia sholat berjemaah. Kalang kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. iYalah, nanti dia akan menjadi ibu dari anak Abang yang akan lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kalang kabut memakai mukena... Aliyah sayangkan Abang...
Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.
Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada surat izin untuk berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan Garuda ke Bali. Jika munajat Abang di Masjid mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah surat ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa mau bilang, Qistina telah berada diBali. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abang...
Tetapi jika Abang merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abang.
Tetapi, jika Abang merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abang.. tolonglah bukakan pintu kamar ini. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai..masakkan Aliyah.
Salam sayang, Aliyah Najihah
'i>
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkejut. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya terdengar dari iklan TV, sementara TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah. TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil..
Dia menghela nafas panjang.
Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dulu, sewaktu puterinya masih kecil, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menengok kamar putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin.Setelah dia kembali kepada suaminya.
Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah icon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang bekerja sebagai sekretaris dikantornya benar-benar membuatkan dia lemah.
"Kamu mampu Asraf, dengan gaji kamu, aku rasa kamu mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sekantor menguatkan lagi keinginan apabila dia berbicara dengan Aliyah.
"Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup dimadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.
Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai sholat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke kantor. Tidak seperti biasanya, dia akan sarapan bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, kenangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.
"Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah mau bertemu dengan wanitaitu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas hati. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang menggilai wanita yang jauh lebih muda.
"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Mau diapakan buah hatinya itu? Namun, tanpa sadar dia mengangguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan hal yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah gelas dan piring. Ehhh, itu zaman dulu... Zaman sekarang ini, isteri-isteri lebih bijak.
Teringat dia kisah seorang tentara yang disimbah dengan garam, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cabang lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkawinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.
"Apa, mau suruh Qis bertemu dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. "Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia membujuk Qis.
"Biar betul, apa yang mau dia lakukan terhadap Qis?" "Takutlah Qis, kalau khilaf dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam itu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.
Mau apakah calon madunya bertemu dengannya? Dia sering disuguhkan dengan berbagai cerita isteri pertama menganiaya isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika mau menganiaya aku. Desis hati kecil Qistina. Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicoba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berhasil. Teman serumah bilang mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk dipertemukan oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktivitas keagamaan di masjid.
Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, setiap malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid, dia coba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berjanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.
Tiba-tiba... sms berbunyi masuk ke inbox Hpnya. "Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang."
Dibawah Hpnya, ada secarik sampul besar.
Untuk Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...
Asraf Mukmin diburu keheranan. Sampul berwarna cokelat yang hampir sama besarnya dengan A4 itu dibuka perlahan.
--------------------------------------------------------------
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih.
Salam sejahtera buat suami yang tercinta, semoga ridhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi pertemuan yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.
1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diseret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , terutama lagi Abang mau menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...
2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, terutama lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, sewaktu kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food itu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kasihan nanti, tidak makan pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...
3. Aliyah ada mengajak dia sholat berjemaah. Kalang kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. iYalah, nanti dia akan menjadi ibu dari anak Abang yang akan lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kalang kabut memakai mukena... Aliyah sayangkan Abang...
Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.
Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada surat izin untuk berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan Garuda ke Bali. Jika munajat Abang di Masjid mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah surat ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa mau bilang, Qistina telah berada diBali. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abang...
Tetapi jika Abang merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abang.
Tetapi, jika Abang merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abang.. tolonglah bukakan pintu kamar ini. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai..masakkan Aliyah.
Salam sayang, Aliyah Najihah
'i>
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Thursday, January 5, 2012
Echinacea Untuk Kesehatan Tubuh
Echinacea purpurea adalah spesies tanaman berbunga dalam genus Echinacea. Tanaman ini adalah asli Amerika Utara bagian timur dan hidup di alam liar di sebagian besar Amerika timur, tenggara. Echinacea purpurea juga ditanam sebagai tanaman hias.
Konsumen saat ini menggunakan echinacea terutama untuk mencegah dan mengobati pilek dan untuk membantu dalam penyembuhan infeksi. Echinacea dapat meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan pilek dan virus flu. Selain merangsang sistem kekebalan tubuh itu membantu mempercepat penyembuhan infeksi yang sudah ada.
Itu adalah sedikit dari banyaknya kegunaan echinacea dalam kesehatan. Bagaimanakah jika echinacea tersebut digunakan dalam perawatan mandi...?
Kini tersedia echinacea dalam bentuk shower gel, soap bar, body cream, shampo mengandung echinacea. Pastinya semuanya akan memberikan manfaat yang sangat berguna tuk tubuh.




Konsumen saat ini menggunakan echinacea terutama untuk mencegah dan mengobati pilek dan untuk membantu dalam penyembuhan infeksi. Echinacea dapat meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan pilek dan virus flu. Selain merangsang sistem kekebalan tubuh itu membantu mempercepat penyembuhan infeksi yang sudah ada.
Itu adalah sedikit dari banyaknya kegunaan echinacea dalam kesehatan. Bagaimanakah jika echinacea tersebut digunakan dalam perawatan mandi...?
Kini tersedia echinacea dalam bentuk shower gel, soap bar, body cream, shampo mengandung echinacea. Pastinya semuanya akan memberikan manfaat yang sangat berguna tuk tubuh.
Shower Gel with antioxidant Grapes & Echinacea
Gel Mandi yang membersihkan kulit dengan perpaduan ekstrak anggur dan echinacea untuk membantu melindungi kulit dan menjadikan Anda segar menyeluruh. 200 ml.
Soap Bar with antioxidant Grapes & Echinacea
Sabun wangi dengan perlindungan antioksidan dari ekstrak anggur dan echinacea. 75 gr.
Body Cream with antioxidant Grapes & Echinacea
Tahan lama, cream pelembab yang wangi dengan antioksidan. 200 ml.Shampoo wangi dengan antioksidan dan ekstrak perlindungan alami. 200 ml.
Wednesday, January 4, 2012
Kue Tart Ulang Tahun buatan Elistia Winanty
Saat menjelang tahun baruan kemarin, saat orang-orang sibuk dengan persiapan acara penyambutan malam tahun baru, saya malah disibukkan dengan kue-kue tart pesenan orang.
Orderan sudah diterima 2 minggu sebelumnya. Trus persiapan belanja juga sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya, maklum terkadang barang-baragnya agak sulit di dapat.
Jumat malam pulang kerja, rencana mau mulai menghias kue. Ternyata ada halangan, tiba-tiba listrik dirumah bermasalah dan mati. Dicek sama Bapak ternyata yang bermasalah adalah sikring listriknya (maaf kalau salah nulisnya). Udah 25 tahun lebih belum pernah di benerin. Jadinya rencana pembuatan kue gagal total...
Jadilah malam itu saya sukses tidur....
Sabtu pagi 31 Desember 2011, Listrik masih belum bener... Nunggu dulu sampae selesai dibenerin Bapak. Huhuhu... Padahal jam stengah 1 saya harus kerja...
Tenang... kalo nggak tenang nggak akan selesai...
Jam 9 baru bisa dimulai... Padahal harus 3 kue tart yang saya selesaikan...
Karena agak buru-buru jadinya nggak jadi-jadi kue pertama saya. Tiap krim yang saya oleskan berantakan. Ya Allah... bantu Hamba...
Pelan-pelan tapi pasti tetep saya kerjakan hingga akhirnya jadi juga kue pertama saya di jam 11.
Jam 11, waduuuhhhh 1 jam lagi saya harus siap-siap berangkat kerja...
Dengan ketekunan dan kesabaran akhirnya jadi juga kue kedua saya di jam 11.45
Dan tinggal satu kue lagi... Untungnya untuk kue ketiga ini nggak pake model macam-macam cuma ditabur keju parut saja. Jadi bisa lebih cepat selesai. Alhamdulillah jam 12 lebih 10 kue ketiga kelar dan bisa lanjut siap-siap kerja (^_^)
Label:
Boneka,
Kue Tart,
Kue Ulang Tahun,
Liliput,
Putri,
Putri Salju
Penyesalan si Tukang Kayu
Temans, pada postingan kali ini saya akan mencoba memberikan sejenak bahan renungan bersama melalui cerita Inspiratif dari penyesalan si tukang kayu. Sebuah cerita yang menurut saya sangat menarik dan enak dibaca.
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu, " katanya, "hadiah dari kami. "
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
«Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.»
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.
..::Bismillah, akan kulakukan yang terbaik untuk hari ini dan masa depan, fiddunnya wal akhirat::.
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu, " katanya, "hadiah dari kami. "
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
«Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.»
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.
..::Bismillah, akan kulakukan yang terbaik untuk hari ini dan masa depan, fiddunnya wal akhirat::.
Label:
Inspirasi,
Motivasi,
Penyesalan,
Tukang Kayu,
Usaha
Tuesday, January 3, 2012
Inilah alasan bossfamily ada...
bossfamily ada sejak September 2004, jadi saat ini usianya sudah 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang tidak sebentar ya. Sehingga dari sini bisa mendapat gambaran bahwa organisasi kami ini Insya Allah kuat.
Dari segelintir member dan uang kas yang tidak banyak saat itu,bossfamily terus aktif menyediakan sarana pertemuan dalam bentuk training, kelas2 pelatihan dan seminar untuk member2nya agar terus termotivasi, tambah ilmu, wawasan dan kemampuan didalam mengembangkan bisnisnya.
Hingga akhirnya bermunculan jutawan2 baru dari bulan ke bulan dan saat ini bossfamily mempunyai ribuan member tersebar diseluruh Indonesia dan beberap negara Asia dan ratusan member lainnya telah mencapai kehidupan yang jauh lebih baik disini.
Semua usia dari 18 hingga 60 tahun ada di bossfamily dan sudah punya posisi bagus. Laki-laki, perempuan, single maupun keluarga, semua ada contoh2 suksesnya disini. Dan ini sebagai bukti bahwa bergabung di jaringan besar dan solid seperti bossfamily membuat kerja kita menjadi mudah.
Gabung bisnis ML*M disebuah jaringan yang besar, solid dan kuat karena disitulah terbukti sistem bisnisnya sudah berjalan, berhasil dan dapat diandalkan.
Yuk segera kita buat keputusan penting agar beberapa bulan dari sekarang kamu sudah mempunyai penghasilan besar dari sebuah bisnis jaringan.
Dari segelintir member dan uang kas yang tidak banyak saat itu,bossfamily terus aktif menyediakan sarana pertemuan dalam bentuk training, kelas2 pelatihan dan seminar untuk member2nya agar terus termotivasi, tambah ilmu, wawasan dan kemampuan didalam mengembangkan bisnisnya.
Hingga akhirnya bermunculan jutawan2 baru dari bulan ke bulan dan saat ini bossfamily mempunyai ribuan member tersebar diseluruh Indonesia dan beberap negara Asia dan ratusan member lainnya telah mencapai kehidupan yang jauh lebih baik disini.
Semua usia dari 18 hingga 60 tahun ada di bossfamily dan sudah punya posisi bagus. Laki-laki, perempuan, single maupun keluarga, semua ada contoh2 suksesnya disini. Dan ini sebagai bukti bahwa bergabung di jaringan besar dan solid seperti bossfamily membuat kerja kita menjadi mudah.
Gabung bisnis ML*M disebuah jaringan yang besar, solid dan kuat karena disitulah terbukti sistem bisnisnya sudah berjalan, berhasil dan dapat diandalkan.
Yuk segera kita buat keputusan penting agar beberapa bulan dari sekarang kamu sudah mempunyai penghasilan besar dari sebuah bisnis jaringan.
Jemput Impian Yuk Di Oriflame
Hai.....
Kata orang bisnis M*LM itu hanya menjual impian.
Baiklah kalau begitu, mari kita 'beli' (baca: Jemput) di Oriflame.
Mengapa Oriflame?
Pada tahun 2009 dunia terkena imbas krisis Amerika. Tapi saat itu Oriflame membawa sekitar 900 Diamondnya dari seluruh dunia untuk berlibur di Dubai selama 7 hari dan menginap di hotel sangat mahal di daerah Palm Jumeirah. Sebuah pulau bikinan
di tengah laut. Founder bossfamily juga ikut dalam liburan itu. Bisa dibayangkan ya, betapa sehatnya keuangan Oriflame yang bisa membawa leader2nya liburan tingkat dunia dan mewah disaat krisis sekalipun. *Bersyukur*
Sepanjang tahun 2008 - 2010 disaat perusahaan2 lain mem-PHK ribuan karyawannya karena imbas krisis ekonomi Amerika, Oriflame di seluruh dunia termasuk Indonesia malah naik pertumbuhan bisnisnya. Mengapa? Karena mereka2 yang kehilangan pekerjaan itu bergabung di Oriflame untuk menjalankan bisnisnya. Mereka tetap harus berpenghasilan untuk berlangsungnya sebuah kehidupan dan memilih Oriflame karena bisnis yang tidak perlu investasi modal yang banyak.
Berbisnis juga perlu nama besar dan bonafid. Sebut saja nama Oriflame di pelosok kota di Indonesia ini, mereka sudah paham kalau Oriflame pastinya kosmetik. Ini memudahkan kamu untuk memasarkan dan mencari partner bisnis karena tidak perlu lagi susah2 menjelaskan apa itu Oriflame.
Oriflame saat ini tersebar di sekitar 60 negara di dunia dan jumlah membernya di Indonesia saat ini adalah sekitar 360ribu. Waduuhh, ini kesempatannya masih sangat terbuka luas mengingat penduduk Indonesia saat ini lebih dari 200 juta jiwa.
bossfamily saat ini sudah mengantarkan 3 Leadernya mendapatkan mobil Honda CRV. Dan founder bossfamily september 2011 lalu menerima kembali hadiah mobil satu buah sedan BMW setelah menerima satu buah Honda CRV tahun 2007.
Okay, kami tunggu bergabung di keluarga besar bossfamily ya. Kita sama2 mewujudkan impian di Oriflame.
Kata orang bisnis M*LM itu hanya menjual impian.
Baiklah kalau begitu, mari kita 'beli' (baca: Jemput) di Oriflame.
Mengapa Oriflame?
Pada tahun 2009 dunia terkena imbas krisis Amerika. Tapi saat itu Oriflame membawa sekitar 900 Diamondnya dari seluruh dunia untuk berlibur di Dubai selama 7 hari dan menginap di hotel sangat mahal di daerah Palm Jumeirah. Sebuah pulau bikinan
di tengah laut. Founder bossfamily juga ikut dalam liburan itu. Bisa dibayangkan ya, betapa sehatnya keuangan Oriflame yang bisa membawa leader2nya liburan tingkat dunia dan mewah disaat krisis sekalipun. *Bersyukur*
Sepanjang tahun 2008 - 2010 disaat perusahaan2 lain mem-PHK ribuan karyawannya karena imbas krisis ekonomi Amerika, Oriflame di seluruh dunia termasuk Indonesia malah naik pertumbuhan bisnisnya. Mengapa? Karena mereka2 yang kehilangan pekerjaan itu bergabung di Oriflame untuk menjalankan bisnisnya. Mereka tetap harus berpenghasilan untuk berlangsungnya sebuah kehidupan dan memilih Oriflame karena bisnis yang tidak perlu investasi modal yang banyak.
Berbisnis juga perlu nama besar dan bonafid. Sebut saja nama Oriflame di pelosok kota di Indonesia ini, mereka sudah paham kalau Oriflame pastinya kosmetik. Ini memudahkan kamu untuk memasarkan dan mencari partner bisnis karena tidak perlu lagi susah2 menjelaskan apa itu Oriflame.
Oriflame saat ini tersebar di sekitar 60 negara di dunia dan jumlah membernya di Indonesia saat ini adalah sekitar 360ribu. Waduuhh, ini kesempatannya masih sangat terbuka luas mengingat penduduk Indonesia saat ini lebih dari 200 juta jiwa.
bossfamily saat ini sudah mengantarkan 3 Leadernya mendapatkan mobil Honda CRV. Dan founder bossfamily september 2011 lalu menerima kembali hadiah mobil satu buah sedan BMW setelah menerima satu buah Honda CRV tahun 2007.
Okay, kami tunggu bergabung di keluarga besar bossfamily ya. Kita sama2 mewujudkan impian di Oriflame.
Subscribe to:
Posts (Atom)











