Sunday, September 25, 2011
MLM Haram ? Bukan MLM Oriflame pastinya
Apa iya siih MLM Haram ?
Apa yang membuat MLM itu dikatakan Haram ?
Kalau memang haram, kenapa bisnis MLM semakin menjamur ? Toh bisnis ini ada sudah sejak sekian lama
Kalau memang haram, kenapa disarankan oleh seorang Financial Planner yang notabene beragama islam ?
Selain ga mau kehilangan downline, pastinya saya juga ga mau menjalankan bisnis (baca : mendapatkan uang) dari pekerjaan yang tidak jelas dooong. Percuma aja kita kaya raya tapi kalau jalan mendapatkannya ga diridhoin sama Allah. Gak berkah kalo kata orang-orang
Naaah dari sini lah akhirnya saya tanya deh tuh sama si mbah Google... wuiiii banyaaak lho ternyata bahasan tentang hal ini. Pelan-pelan dibaca deh tuh link-link yang dikasih ama mbah google.
Panjaaaang bangeeet isinya, cukup bikin kepala pening kayak kejatohan kelapa *lebay*... Tapi di link itu juga saya nemuin artikel dari detikfinance yang berisi statment MUI tentang bisnis MLM. Saya kutip sedikit yaa :
MUI sendiri telah mengeluarkan fatwa Nomor 75 tahun 2009 mengenai pedoman penjualan langsung berjenjang (syariah). Pada fatwa itu setidaknya ada 12 prinsip yang tak boleh dilanggar oleh pelaku usaha MLM.
Beberapa prinsip itu antara lain, transaksi harus ada objeknya, kualitas barang harus bagus setidaknya halal, harus mengusung keadilan, tranksi tak mengandung riba, komisi perusahaan harus diberikan berdasarkan prestasi, bonus diberikan kepada yang melakukan transaksi, tak boleh ada bonus yang masif, tidak boleh ada iming-iming berlebihan, tak boleh ada eksploitasi bonus, mitra usaha wajib membina mitra bawahnya, tidak ada mengarah money game.
Nah !! dari beberapa prinsip yang ditetapkan tersebut, yakinlah saya bahwa Oriflame tidak termasuk kategori yang Haram. Kenapa saya berani mengambil kesimpulan seperti itu ?
Nih kita bahas aja per kriteria tersebut lalu cocokkan dengan bisnisnya Oriflame yaa
1. Transaksi harus ada objeknya
Pasti, kan ada produk yang dijual which is Kosmetik dan Peralatan kecantikan lainnya
2. Kualitas barang harus bagus setidaknya halal
Oriflame sudah memberi jaminan bahwa produknya hanya terbuat dari sari tumbuh-tumbuhan. Hanya madu yang diambil dari unsur hewani. Tidak diujicoba pada hewan dan juga tidak mengandung plasenta janin. Jika dibandingkan dengan produk import sejenis yang beredar dipasaran, kualitas produk Oriflame tidak kalah bagus dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
3. Harus mengusung keadilan
Jika kebanyakan MLM menggunakan sistem piramid, tidak demikian halnya dengan Oriflame. Dah tau kan apa itu sistem piramid ?? Itu lhooo sebuah sistem dalam bisnis MLM dimana yang bergabung lebih dahulu mendapat keuntungan dari member-member yang baru bergabung. Dan member yang baru tidak akan pernah bisa menyusul posisi member yang diatasnya. Jadi istilah kasarnya, upline ongkang-ongkang kaki sementara downline yang kerja keras. Sistem seperti ini tidak berlaku di Oriflame. Oriflame memiliki sistem yang sangat fair.. siapa yang bekerja paling keras dialah yang berhak mendapatkan reward paling besar. Contoh : Saya punya 5 kaki, dari 5 kaki tersebut ada satu kaki yang sangat aktif sehingga jaringan dibawahnya semakin besar... Jauh lebih besar dibanding kaki-kaki saya yang lain. Maka reward, berupa bonus, yang diberikan oleh Oriflame buat downline saya tersebut LEBIH BESAR dibanding reward yang diberikan untuk saya, yang notabene adalah upline-nya. Dan bukan tidak mungkin suatu hari posisi downline saya tersebut melampaui posisi saya. Dan itu benar terjadi. Contoh lain lagi yaitu Cyntia Venika, Konsultan no 1 di Indonesia dan juga Asia bukanlah yang pertama menjalankan bisnis Oriflame tapi ternyata dia sekarang bisa berada di peringkat no 1 Asia dan no 6 di Dunia berkat kerja keras dan usahanya sendiri.
4. Transaksi tak mengandung riba
Oriflame memberikan persentase keuntungan yang jelas kepada semua Consultantnya. Oriflame membagikan keuntungan yang diperoleh perusahaan bukan dari bunga, melainkan dari keuntungan penjualan produk nyata kepada konsumen
5. Komisi perusahaan harus diberikan berdasarkan prestasi
Masih nyambung dengan penjelasan pada poin no 3 yaaa... kek nya dah cukup memberi gambaran. Oriflame menerapkan suatu sistem plan yang mengatur sampai mana omzet suatu grup berpengaruh pada uplinenya, pada saat leader grup tsb mencapai level tertentu, maka putus jugalah pembagian bonus kepada upline diatasnya. Dan untuk jasa sang upline membangun grup tersebut, upline hanya diberikan passive income yang sudah ditentukan persennya. Jadi, gak ada yang namanya eksploitasi atau kezaliman, semuanya adil, transparan dan jelas.
6. Bonus diberikan kepada yang melakukan transaksi
di oriflame jika kita sudah mencapai level tertentu dan memiliki bonus namun kita tidak tutup poin (means tidak belanja sesuai target yang sudah ditetapkan) maka bonus yang seharusnya menjadi hak kita tidak akan didapatkan... Jadi walaupun dia seorang director yg seharusnya mendapat income 10juta, jika ybs tidak melakukan pembelanjaan maka 10juta nya itu tidak akan di transfer oleh Oriflame.
7. Tak boleh ada bonus yang masif
Setiap konsultan dapat melihat Activity Report jaringannya melalui website www.oriflame.co.id setiap saat. Atau bisa juga di print di kantor cabang. Activity Report tersebut berisi laporan aktivitas konsultan bersangkutan dan juga jaringan yang ada dibawahnya. Jadi bisa dilihat berapa bonus yang didapatkan oleb konsultan tsb secara transparan dan jelas. Cara perhitungan bonus dijelaskan dalam kelas-kelas training dan tercantum dalam buku Success Plan yang diterbitkan oleh Oriflame. Setiap konsultan bisa melakukan cross check atas bonus yang diberikan dengan melakukan perhitungan sendiri.
8. Tidak boleh ada iming-iming berlebihan
Oriflame sangat jelas produknya, sangat jelas sistemnya, tidak ada iming-iming apapun di bisnis ini. Produk yang dijual Oriflame pun jelas manfaatnya, untuk merias diri dan merawat tubuh. Setiap hari kosmetik tidak lepas dari kebutuhan hidup kaan ? Jadi memakai produk Oriflame dalam rangka merawat diri dan membersihkan tubuh serta merias diri, jelas manfaatnya. Kalaupun kita gak pake produk Oriflame untuk mandi misalnya, ya pasti kita pake sabun merk lain kan? lebih baik, pake produk Oriflame karena pengeluaran kita terhadap kebutuhan mandi, bisa menjadi passive income kita di kemudian hari :-) Sementara untuk konsultan yang berprestasi jelas tertulis apa saja hak-hak dan reward yang akan didapat. Penghargaan tersebut diberikan setiap bulan pada acara bulanan Oriflame.
9. Tak boleh ada eksploitasi bonus
Sudah disebutkan diatas kalau di bisnis Oriflame tidak ada eksploitasi, tiap-tiap Konsultanmemiliki peluang yang SAMA untuk berkembang dan menjadi sukses. Semua tergantung dari usaha dan kerja keras dari Konsultanyang bersangkutan. Bonus hanya diberikan kepada yang benar-benar berhak
10. Mitra usaha wajib membina mitra bawahnya
pastinya, karena jika downline sukses maka upline juga sukses, tidak ada upline yang ongkang-ongkang kaki sementara downline-nya giat mengembangkan jaringan. Kami di BossFamily sangat menjunjung Kebersamaan, semua pihak baik yang sudah di level atas sekalipun akan membantu membernya yang mengalami kesulitan.
11. Tidak ada mengarah money game
Di bisnis Oriflame, semuanya jelas, ada produk nyatanya, dan keuntungan didapat oleh konsultan yang BEKERJA, bukan hanya ongkang ongkang kaki aja. Bergabung di bisnis Oriflame relatif sangat sangat sangat terjangkau dibanding dengan perusahaan MLM lain, cukup dengan menyisihkan 40.000 rupiah saja. Dibandingkan dengan makan di restoran ayam goreng si kakek K*F, saya rasa masih lebih murah join fee nya Oriflame. Dan hanya mendaftar sebagai konsultan tidak akan menjanjikan apa-apa tanpa kerja keras didalamnya.
12. Eh apa ya kriterianya ? udah abis ya ?... *intip statment nya MUI*
dari ke duabelas, eh sebelas, kriteria yang ditetapkan MUI dan kondisi yang berlaku pada Oriflame, bisa ditarik kesimpulan bahwa Oriflame tidak termasuk dalam kategori MLM yang haram... Insya Allah...
Thats way saya semakin mantap ada di bisnis ini.. Murah, Mudah, hasilnya Luar biassa, ditambah lagi tidak melanggar syariah. Belum lagi asas kebersamaan dan mendatangkan manfaat untuk orang lain.
MLM menipu ?? MLM yang mana duluuu... kalau Oriflame gabungnya aja 39.9000, sponsor alias upline ga dapat apa-2 jika ada yang gabung tanpa BEKERJA. Kalau downline bekerja lalu upline tidak bekerja maka upline juga ga dapat apa-apa. Asas keadilan sangat berlaku disini. Ga ada pihak yang dirugikan... serugi-ruginya yaaa 39.900 itu kalau cuma join trus do nothing.
Jaman sekarang banyaak banget bisnis-bisnis baru yang ga jelas.... Cuma invest duit sekian lalu duitnya jadi berlipat-lipat. Hati-hati buuu... banyak money game dan arisan berantai berkeliaran. Yang kayak gini yang ga sesuai syariah.... Saran saya kalau memang tertarik untuk bisnis MLM, atau sejenis MLM, coba dicari tau dulu apa dan bagaimana si bisnis tersebut. Lihat perusahaannya, produknya, sistemnya... sesuaikan dengan syarat dan ketentuan syariah. Baru ambil keputusan.
Jangan juga mengeneralisir atau menjudge bahwa MLM itu haram tanpa mau terlebih dahulu mencari tau apa dan bagaimananya MLM tersebut. Seperti contohnya Oriflame... kalau belom tau tentang Oriflame ya jangan dulu bilang kalo Oriflame juga haram... setelah dikuliti ternyata ga betul kan ?
Yuuk jadi orang yang bijak... dan mampu mengambil kesempatan yang ditawarkan. Kalau mau tau lebih lanjut tentang bisnis ini, bisa hubungi saya yaaa.... Jangan tunggu kepepet, siapkan bisnis kamu sedini mungkin sebelum kamu menyesal (^.^)
The Power of Dreams
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas.
Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.
Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.
Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
Saturday, September 24, 2011
Semangat Setiap Hari
Semua orang punya tujuh hari dalam seminggu. Berapa hari yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat.
1. Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa… Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?
2. Selasa adalah singkatan dari “Selalu Luar Biasa”
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe…… ….
3. Rabu adalah singkatan dari “Rasakan bahagia dalam kalbu”
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Mama. Mama”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Mama. Mama” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.
4. Kamis adalah “Kami Sukses”
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja…… Bila seseorang berkata kepada kita:”Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata:”Enak apanya? Biasa saja kok.”, mengapa kita tidak berkata:”Amin. “? Bila seseorang berkata:”Pasti kamu banyak uang.” Daripada berkata:”Ga kok. Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata:”Amin. “. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyiikkk…. ..
5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?
6. Sabtu berarti “Saatnya Bersatu”
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi anak buahnya. Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo……
7. Minggu berarti “Mari ingat berkah seminggu”
Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yangsalah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain. Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.
Give Thanks for Every Day in Your Life!
Suber : Andreas Purba
1. Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa… Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?
2. Selasa adalah singkatan dari “Selalu Luar Biasa”
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe…… ….
3. Rabu adalah singkatan dari “Rasakan bahagia dalam kalbu”
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Mama. Mama”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Mama. Mama” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.
4. Kamis adalah “Kami Sukses”
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja…… Bila seseorang berkata kepada kita:”Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata:”Enak apanya? Biasa saja kok.”, mengapa kita tidak berkata:”Amin. “? Bila seseorang berkata:”Pasti kamu banyak uang.” Daripada berkata:”Ga kok. Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata:”Amin. “. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyiikkk…. ..
5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?
6. Sabtu berarti “Saatnya Bersatu”
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi anak buahnya. Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo……
7. Minggu berarti “Mari ingat berkah seminggu”
Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yangsalah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain. Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.
Give Thanks for Every Day in Your Life!
Suber : Andreas Purba
Buat Kue Jualan Lagi
Kue Tart Buatan Elis tgl 24 September 2011
Salah Satu Hobby saya yang lumayan menghasilkan uang juga. Awalnya cuma gregetan liat mama buat kue tar asal-asalan. Trus coba bikin sendiri,otodidak,ngga pake kursus atau latihan,tapi langsung praktek. Alhamdulillah bisa. Dan ini adalah salah satu karya saya.
Salah Satu Hobby saya yang lumayan menghasilkan uang juga. Awalnya cuma gregetan liat mama buat kue tar asal-asalan. Trus coba bikin sendiri,otodidak,ngga pake kursus atau latihan,tapi langsung praktek. Alhamdulillah bisa. Dan ini adalah salah satu karya saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)





